Dentist's Life

Perawatan Gigi Saat Berpuasa, Batal Nggak Ya?

Halo!

Apa kabar puasanya? Lancar kan?
Memasuki bulan puasa, jumlah kunjungan pasien ke klinik gigi pun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kebanyakan menunda perawatannya hingga setelah lebaran karena khawatir jika melakukan perawatan gigi di siang hari pada bulan puasa, maka akan membatalkan puasa dan waktu malam hari digunakan untuk beribadah serta berkumpul bersama keluarga.

Mana giginya yang atit? Uunchh~~ 😚

Untuk menghindari kesalah pahaman dalam hal ini, mari kita bahas apa saja yang dikhawatirkan akan membatalkan puasa dalam perawatan gigi

1. Berkumur

Dokter gigi sering kali meminta pasien untuk berkumur pada saat prosedur perawatan gigi. Berkumur yang dilakukan berulang kali, selama tidak berlebihan dan air yang dipakai untuk berkumur tidak tertelan dengan sengaja, tidaklah membatalkan puasa. Batalnya puasa seseorang adalah ketika ia dengan sengaja memasukkan makanan/minuman ke dalam kerongkongannya. Apabila air kumur tersebut tertelan dengan tidak sengaja dan tanpa niat, maka pasien dapat melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka tiba.

Hal diatas berlaku juga bagi air yang keluar dari peralatan dokter gigi seperti scaller (alat untuk membersihkan karang gigi) dan juga bur gigi.

2. Suntikan bius

Sebelum melakukan tindakan seperti pencabutan atau perawatan saluran akar, dokter gigi akan melakukan bius dengan suntikan untuk kenyamanan pasien selama perawatan. Kadang pasien menyalahartikan suntikan bius yang dimasukkan ke tubuh akan sama seperti makanan dan akan membatalkan puasa. Padahal, suntikan bius tidak dianggap sama dengan makan dan minum, tidak mengenyangkan, dan tidak dimasukkan melalui kerongkongan sehingga tidak mempengaruhi sahnya puasa.

Beda halnya dengan suntikan infus, yang berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh dan dianggap juga sebagai makanan.

3. Mencabut gigi

Salah satu resiko dari pencabutan gigi adalah keluarnya darah. Darah yang keluar akibat pencabutan gigi tanpa komplikasi tidaklah banyak dan tidak membuat tubuh lemah sehingga tidak memperngaruhi puasa sedikitpun. Namun, wajib bagi pasien yang berpuasa tersebut untuk menjaga agar darah tidak masuk ke kerongkongan. Penggunaan kapas kasa/tampon yang digigit di area bekas pencabutan dapat menyerap darah yang keluar dan membantu mencegah adanya darah yang tertelan. Jika darah tersebut tetelan tanpa sengaja, maka pasien dapat meneruskan puasanya.

Namun yang perlu diperhatikan, karena efek bius hanya bertahan 1,5-2 jam sejak diberikan, pasien perlu mengkonsumsi obat penghilang nyeri demi kenyamanan, dan minumnya obat ini yang dapat membatalkan puasa. Sehingga, jika memungkinkan, pencabutan sebaiknya ditunda setelah berbuka puasa. Pasien juga dapat meminta obat yang mudah dikonsumsi saat berpuasa, seperti obat yang diminum 2x sehari, saat sahur dan berbuka.

Semoga tulisan ini dapat menghilangkan keraguan bagi yang ingin melakukan perawatan gigi selama bulan puasa ini ya.. Senang bisa berbagi πŸ™‚

Advertisements

One thought on “Perawatan Gigi Saat Berpuasa, Batal Nggak Ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s